INDAHNYA PEMANDANGAN LOKASI KAT WOMI WARARA TAK SEINDAH
KEHIDUPAN DISANA.
Pendamping Sosial
KAT Profesional sebagai agen perubahan (agent of change) tidak hanya berperan dalam
menyampaikan beragam gagasan dan nilai-nilai pembaharuan, tetapi juga berperan
sebagai role model dari perilaku-perilaku yang dipandang
sesuai dengan kemajuan. Oleh karena itu, Pendamping Sosial KAT
Profesional harus mau bergerak dalam tindakan nyata, dengan tetap
mempertahankan kearifan lokal di lokasi KAT.
adanya Pendamping
KAT, merupakan salah satu penentu keberhasilan Program Pemberdayaan Sosial KAT.
Mereka akan mendorong warga KAT dapat mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang
ada pada diri mereka, maupun mengakses sumber-sumber kemasyarakatan di sekitar
pendampingan warga KAT.
Salah satu lokasi KAT yang terdapat di
Provinsi Papua Barat Kabupaten Teluk Wondama adalah lokasi Womi Warara Desa
Reyob Kecamatan Soug Wepu. Kelebihan dari lokasi KAT ini adalah memiliki
bantuan rumah KAT yang berbeda dari lokasi KAT daerah lain. Jika dilihat rumah
KAT disini sudah seperti rumah BTN, sangat bagus karena bukan berdinding
kayu/papan, bukan pula berlantai tanah dan bukan pula beratap daun sagu.
Melainkan sudah berdinding beton, berlantai keramik dan beratap seng. Bukan
rumah saja yang bagus tapi pemandangan alam disana juga sangat indah. Berada di
tepi pantai dan yang mana kiri dan kanan masih hutan dan terdapat bukit seperti
bukit di film teletubbies. Di lokasi KAT Womi Warara terdapat 65 KK yang
masing-masing menempati rumah KAT yang telah di bangun berjumlah 65 unit. Atap
rumah KAT yang dipandang dari lautan di kejauhan seperti tangga dan seragam
berwarna biru. Tembok rumahnya pun di cat warna warni. Pemandangannya sungguh
indah.
Akses
kesana bisa dengan 2 cara. Cara pertama dengan melalui Kabupaten Manokwari ke
Kabupaten Manokwari Selatan dengan menggunakan jalur darat selama kurang lebih
4 jam. Tentu saja, saat itu saya mengalami mabuk darat dalam perjalanan karena tidak
terbiasa dengan perjalanan darat yang jauh. setelah itu dari Manokwari Selatan
kita langsung menuju lokasi KAT Womi Warara dengan menggunakan speedboard mesin
40 PK kurang lebih selama 2 jam terombang ambing di lautan. Lokasi KAT sudah
masuk di Kabupaten Teluk Wondama namun jarak tempuh dari Lokasi KAT lebih dekat
ke Manokwari Selatan atau biasa disebut dengan Ransiki dibandingkan dengan Kabupaten
Teluk Wondama itu sendiri. Cara kedua yaitu dengan menaiki kapal ke Kabupaten
Teluk Wondama dan naik kapal lagi ke kecamatan Soug Wepu. Cara ke dua lebih
jauh dan tidak efisien disbanding dengan cara pertama karena kapal ke kecamatan
harus disesuikan. Tidak sertiap hari ada kapal kesana tentunya. Tidak sampai
disitu saja, setibanya di kecamatan kita harus mencari hubungan ke desa maupun
ke lokasi KAT pada warga sekitar denagn menggunakan perahu.
Ada
sedikit cerita lucu ketika saya pertama kali di antar ke lokasi. Setibanya di
lokasi KAT, setelah menempuh peralanan yang cukup jauh_kami memilih cara
pertama, saya harus ke toilet. Saya pun tidak ragu dan langsung bertanya pada
warga disekitar yang tidak lain adalah ibu desa itu sendiri untuk mengantarkan
saya ke toilet. Dengan antusias ibu desa menunjukan jalan dengan berjalan di
depan saya yang diikuti dengan salah satu warga KAT itu sendiri yang tidak lain
adalah anak perempuannya. Saya hanya mengikuti dan berpikir dimana letak
toiletnya. Sebagai orang kota, kita terbiasa dengan toilet yang tertutup dan
memiliki air untuk membersihkan. Ibu desa tiba-tiba berhenti dan saya pun
mengamati sekeliling namun mata saya belum juga menemukan sebuah kamar kecil
ataupun tempat yang tertutup untuk buang air kecil. Saya hanya melihat
pohon-pohon. Hutan. Sejenak hening, saya disuruh buang air kecil disitu tanpa
ada air bersih. sebenarnya dari cerita tersebut seharusnya saya merasa sedih. Tapi jujur, saya merasa lucu karena saking semangatnya menikmati perjalanan dengan angan-angan akan tinggal disini selama kurang lebih 8 bulan. Ini sesuatu yang harus diperhatikan pemerintah ketika pada
penjajakan awal yaitu tentang layaknya lokasi tersebut dijadikan lokasi KAT
yang mana ketika ditempatkan pendamping, tidak mengalami hal-hal yang demikian.
Awal
pendampingan yaitu menyesuaikan dan beradaptasi dengan lokasi KAT yang
ditinggalinya selama 8 bulan kedepan. Kita sebagai pendamping harus merasa
nyaman dan aman di lokasi terlebih dulu kemudian melakukan pekerjaan kita yaitu
assessment tentang kebutuhan atau masalah apa yang ada dilokasi kemudian
bersama warga mencari solusinya bersama-sama.
Selama
tinggal di lokasi KAT dan mempelajari masalah yang ada disini diantaranya yaitu
tidak ada penerangan/listrik, tidak adanya air bersih, tidak adanya MCK, akses
kesinipun dengan menggunakan jalur laut, tidak adanya tempat ibadah/gereja
(semua warga disini beragama Kristen), tidak tersedianya akses pelayanan
kesehatan atau puskesmas maupun pustu, tidak tersedianya sarana pendidikan atau
sekolah.
Miris
saya melihat anak-anak disini yang sudah seharusnya masuk kuliah tapi baru
masuk SMP di kecamatan, kelas 6 SD tapi belum bisa membaca, ke sekolah pun
jarang karena berbagai factor seperti tidak ada guru (Guru lagi turun ke kota),
ombak, tidak ada bensin dll.
Semoga
cerita ini dapat menambah pengetahuan kawan-kawan terntang salah satu daerah
terpencil yang ada di Kabupaten Teluk Wondama. Banyak cerita suka dukanya namun
saya menikmati selama menjadi pendamping. Bersyukur bisa menjadi bagian dari
KAT dan dapat mengetahui tempat terpencil di papua barat ini, salah satu surga
yang ada didunia, pemandangan indah di tepi pantai yang di lihat dari atas bukit
Womi Warara. Salam dari timur Indonesia.
Salam
Nima_Ode




Tidak ada komentar:
Posting Komentar