hai manteman... ^^
kalian tahu Kelas Inspirasi?
apa itu kelas inspirasi? hmmm... dari pada saya ngejelasin panjang lebar..
kunjungi saja situsnya langsung dengan meng-klik Kelas Inspirasi.
Sedikit Cerita...
Pertama kali saya mengenal Kelas Inspirasi yaitu dari teman saya, karena beliau termasuk dalam panitia penyelenggara KI di kota yang mana tempat saya juga berasal. FAKFAK. yang belum pernah dengar pasti kalian bukan dari wilayah Timur. ya... saya tertarik karena saya suka mengajar. Proses pendaftaran bahkan sampai ke pengumuman bahwa ternyata saya lulus sebagai inspirator telah saya lewati. saya merasa senang, namun ada hal lain yang tidak dapat saya tinggalkan, saya harus ke Raja Ampat terkait kontrak kerja yang sudah saya tandatangani, harinya bertabrakan dengan hari Kelas Inspirasi. Kalian pasti pernah merasakan dan mengalami dimana posisi kalian harus memilih. Rencana terbang (punya sayap hehehe) dari Manokwari ke Fakfak akhirnya diurungkan dan memilih ke Sorong untuk melanjutkan perjalanan ke Raja Ampat (bukan jalan-jalan ne... tapi kerja). yah... su tau biaya ke Raja Ampat toh? sa tra mau tipu-tipu, dalam hati juga berpikir "kapan lagi ke Raja Ampat Gratis" kesempatan o... yah.. karena saya berharap KI Fakfak akan ada lagi... dan memang benar. Sekarang dalam proses pendaftaran.. kebetulan kakak laki-laki saya nikah tanggal 25 Maret jadi saya ambil cuti untuk pulang ke Fakfak sekaligus mo ikut KI Fakfak jika lulus nanti.
pikiran saya KI hanya ada di Fakfak, ternyata terdapat beberapa Kota Penyelenggara Kelas Inspirasi.
Karena saya juga cukup lama di Manokwari... sepertinya saya belum mendengar KI di Manokwari.. bagaimana teman-teman yang ada di Manokwari??? apakah tertarik untuk membuat KI Manokwari? masa kalah dengan kota Fakfak yang secara kemajuan, Manokwari adalah mama kota provinsi Papua Barat dan Fakfak adalah salah satu kabupaten di Papua Barat.
Jadi..... sa buat cerita ini biar Manokwari juga buat Kelas Inspirasi. Apalagi disana ada Universitas, tentunya mahasiswa-mahasiswa dong semangat kalau buat kegiatan begini,,, tapi ingat, KI bukan hanya dari kalangan mahasiswa, justru dihimbau untuk berprofesi kantoran atau dimana saja dapat bergabung untuk menjadi Inspirator, Fotografer maupun Vidiografer dan bercerita kepada anak-anak yang nanti tong kunjungi dong pu sekolah. Dong pasti senang kalau ada orang (selain dong pu guru) Polisi kah Dokter kah PNS kah dari salon kecantikan kah mo mana saja datang di dong pu sekolah pasti dong senang toh... tong cerita tong pu pengalaman di dunia kerja ni sama anana SD dong.. neh neh neh neh... ayo tong buat KI Manokwari
mungkin tong bias baca di BIKIN KI
Ada lagi...
Tapi yang harus kalian ketahui, untuk bergabung dalam kelas inspirasi, kalian harus memiliki sikap dasar KI. Dibaca dulu baik-baik dan dipahami yah...
Sikap Dasar KI
Menyaksikan kerja keras dan perjuangan para pegiat Kelas Inspirasi serta para guru dan kepala sekolah yang terlibat di dalamnya, maka di bawah ini dirumuskan pelajaran tentang sikap dasar terbaik agar kegiatan dan tujuan Kelas Inspirasi dapat tercapai.1. Sukarela
Semua pihak yang terlibat mengikuti kegiatan ini dengan penuh kerelaan hati. Mereka terlibat tanpa paksaan, baik sekolah maupun relawan/pegiatnya.
2. Bebas kepentingan
Kegiatan ini bebas dari relasi dengan institusi perusahaan/lembaga tempat pegiat bekerja, relasi dengan motif pemasaran perusahaan dan berbagai kepentingan nonpendidikan yang tidak relevan. Satu-satunya kepentingan yang ada adalah demi masa depan anak-anak Indonesia.
3. Tanpa biaya
Tidak ada biaya, yang dipungut dari pihak relawan, sekolah, atau manapun. Tidak juga melibatkan pendanaan dari perusahaan atau lembaga lain. Satu-satunya pendanaan yang mungkin hanyalah iuran dari relawan/pegiat.
4. Siap belajar
Bersikap terbuka dan saling belajar, baik sekolah, pegiat/relawan dan semua pihak yang terlibat. Relawan terbuka belajar khususnya bagaimana mengajar di depan kelas, sekolah juga terbuka dengan masukan dari relawan khususnya tentang penyelenggaraan kegiatan ini.
5. Ambil bagian langsung
Para pegiat dan juga pihak sekolah selalu siap turun tangan langsung, fokus pada aksi dan dampak bagi siswa dan kemajuan sekolah. Kesiapan turun tangan juga dibuktikan dengan siap mengambil cuti pada hari H dan siap untuk berkorban menyiapkan berbagai hal sebelum hari H.
6. Siap bersilaturahmi
Terbuka untuk membangun silaturahmi, baik relawan maupun sekolah. Relawan dan sekolah terbuka, saling rendah hati dan tulus untuk terus menjalin silaturahmi demi kemajuan sekolah dan pendidikan bersama.
7. Tulus
Semua pihak percaya bahwa ini bukan tentang diri relawan, bukan tentang para pengurus sekolah tetapi demi anak-anak Indonesia yang akan lebih percaya diri dan siap berjuang menyongsong cita-cita mereka.
selengkapnya dapat dibaca di Sikap Dasar KI.
Semoga Bermanfaat
Salam Hangat
=Nima=





