Kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya ketika mengikuti Festival Pesona Raja Ampat 2016 bulan Oktober lalu.
Berpusat di Pantai WTC (Waisai Torang Cinta), acara pembukaan Festival Pesona Raja Ampat 2016 berlangsung sangat meriah. Tercatat ribuan pengunjung memadati Pantai WTC. Dari warga lokal, turis dari luar negeri maupun dalam negeri, hehehe semuanya hadir dan bergembira, hendak melihat jalannya acara pembukaan festival.
Minggu, 16 Oktober 2016.
Perjalanan kami dari
Sorong ke Waisai untuk mengikuti Festival Pesona Raja Ampat 2016. Karena kapal
berangkat jam 14.00, kami dari Kantor TNC (The Nature Conservancy) jln Rawa
Indah Km 9 menuju pelauhan Rakyat bersama mama-mama dari koperasi Embun. Mama
Anjela dan Mama Yuli adalah masyarakat dari Kampung Limalas_Misool Timur_Raja
Ampat yang termasuk dalam koperasi Embun. Mereka di jemput sehari sebelumnya
bersama dengan masing-masing anak laki-laki mereka Charles dan Aldrin.
Walaupun pembukaan acara
Festival Pesona Raja Ampat hari selasa namun semangat mama-mama untuk
mempromosikan hasil Abon ikan dari Koperasi Embun di Misool tidak padam. Mama Anjela
terus bercerita tentang pelatihan yang mereka ikuti di Makassar_Bantaeng beberapa
waktu silam.
Festival Pesona Raja
Ampat 2016 berlangsung selama 4 hari dari tanggal 18 – 21 Oktober 2016 yang
bertempat di Waisai.
Senin, 17 Oktober 2016.
Kami ke kantor The Nature
Conservancy di Waisai untuk mempersiapkan abon ikan yang di produksi oleh
koperasi Embun Kampung Limalas berupa menulis tanggal expired abon ikan untuk
di pasarkan pada pameran saat festival pesona nanti.
Sore harinya mama Anjela
dan Mama Yuli melihat persiapan Tari Kolosal yang terdiri dari 100 lebih pelajar
dari Raja Ampat.
Selasa, 18 Oktober 2016.
Kami bersiap-siap menuju
lokasi pameran di Pantai WTC (Waisai Torang Cinta) untuk mempersiapkan tempat
berupa stand yang disediakan yaitu menyusun meja dan membersihkan agar
kelihatan rapi dan menarik perhatian orang untuk membeli abon ikan dari Kampung
Limalas.
Dalam stand kami juga
bergabung masyarakat dari Teluk Mayalibit yang mengelola aneka kripik dari
pisang, singkong, bekicot, daun sayur bayam, teh bunga rosela dan masih banyak
lainnya yang di kelola dari bahan pangan darat. Sedangkan kami bahan yang di
kelola dari hasil laut.
Acara pembukaan Festival
Pesona Raja Ampat 2016 telah dimulai dan Tari Kolosal pun di tampilkan turut
meramaikan acara tersebut. Pembukaan Festial Raja Ampat dibuka oleh Bapak
Gubernur Papua Barat Drs.Abraham Oktovianus Atoruri.
Stand kami Stand Minyak
Kelapa dan Abon Ikan dari Kampung Limalas di kunjungi oleh Istri dari Bapak
bupati kabupaten Raja Ampat dan Bapak Gubernur Papua Barat. Abon ikan kami
diborong 40 bungkus untuk di bawa ke Manokwari. Bapak Gubernurpun mengisi buku
tamu di Stand kami dengan isi pesan dan kesan terhadap stand kami yaitu “Exellent”.
Rabu, 19 Oktober 2016.
Seperti cuaca hari
sebelumnya, waisai sangat panas, apalagi stand kami berada didekat laut pantai
WTC yang membuat udara semakin panas, namun tidak melunturkan semangat
mama-mama untuk tetap setia menjaga stand. Dari 183 kemasan abon ikan yang di
bawa dari Kampung Limalas, hari ini dimulai dengan 93 kemasan abon ikan.
Berbagai jenis lomba pun
diadakan hari ini, lomba memancing dan dayung.
Sore hari cuaca berubah
menjadi hujan. Pantai WTC tetap ramai karena merupakan jam pulang kantor.
Penyelenggaraan Festival Pesona raja Ampat tidak meliburkan anak sekolah maupun
orang kantoran yang berada di Waisai sehingga waktu pagi atau siang terasa
tidak begitu ramai di bandingkan sore atau malam hari.
Pertunjukan Tari Wala dan
Setan Gamutu dari Misool di hadirkan sore hari ini, Sempat menghebohkan
masyarakat yang hadir untuk menonton khususnya bagi anak-anak karena aksi dari
Setan Gamutu. Melihat keramaian ini, para peserta tari Wala dan Setan Gamutu di
undang kembali untuk mengisi acara dihari berikutnya.
Malam hari kami menonton
band serta artis yang di undang untuk mengisi acara malam hari ini. Artis dari
Jakarta maupun artis local.
Kamis, 20 Oktober 2016.
Berbagai jenis lomba juga
diadakan hari ini, lomba kuliner, lomba katinting dll.
Abon ikan kami berkurang menjadi
64 kemasan. Mama-mama tetap semangat dan setia berada di dalam Stand.
Malam hari ini kami
menghadiri undangan dari CI yaitu ‘Alam Berbicara’. Dalam film yang diputar
dimana alam seakan berbicara kepada manusia dari udara, air, pohon yang
mengharuskan agar kita dapat menjaga alam dengan baik karena alam tidak butuh
manusia, manusialah yang membutuhkan alam.
Jumat, 21 Oktober 2016
Kami tidak mengikuti
acara penutupan Festival Pesona Raja Ampat. Hari ini kami bersiap untuk balik
ke Sorong. Perjananan kami dari Waisai ke Sorong tidak luput dari ombak yang
membuat para penumpang lain yang berada di atas Kapal Expres Bahari mual,
pusing dan bahkan muntah. Akhir kisah kami dari Waisai. Semoga Sukses Selalu
untuk Perayaan Festival Pesona Raja Ampat mendatang.
Semoga pembaca yang belum pernah ke Raja Ampat akan segera ke Raja Ampat,,, Aamiin... :)
Salam hangat,
=Nima=



