Tampilkan postingan dengan label Kementerian Sosial RI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kementerian Sosial RI. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2018



INDAHNYA PEMANDANGAN LOKASI KAT WOMI WARARA TAK SEINDAH KEHIDUPAN DISANA.

Pendamping Sosial KAT Profesional sebagai agen perubahan (agent of change) tidak hanya berperan dalam menyampaikan beragam gagasan dan nilai-nilai pembaharuan, tetapi juga berperan sebagai role model dari perilaku-perilaku yang dipandang sesuai dengan kemajuan.  Oleh karena itu, Pendamping Sosial KAT Profesional harus mau bergerak dalam tindakan nyata, dengan tetap mempertahankan kearifan lokal di lokasi KAT.
adanya Pendamping KAT, merupakan salah satu penentu keberhasilan Program Pemberdayaan Sosial KAT. Mereka akan mendorong warga KAT dapat mengidentifikasi kekuatan-kekuatan yang ada pada diri mereka, maupun mengakses sumber-sumber kemasyarakatan di sekitar pendampingan warga KAT.
sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 186 Tahun 2014 Pasal 9 yang menyebut pemberdayaan sosial terhadap KAT meliputi bidang permukiman, administrasi kependudukan, kehidupan beragama, kesehatan, pendidikan, ketahanan pangan, penyediaan akses, kesempatan kerja, penyediaan akses jalan, advokasi dan bantuan hukum, pelayanan sosial dan/atau lingkungan hidup, serta bidang lainnya sesuai dengan kebutuhan KAT yang diselenggarakan oleh kementerian/lembaga terkait sesuai tugas dan fungsi.

Salah satu lokasi KAT yang terdapat di Provinsi Papua Barat Kabupaten Teluk Wondama adalah lokasi Womi Warara Desa Reyob Kecamatan Soug Wepu. Kelebihan dari lokasi KAT ini adalah memiliki bantuan rumah KAT yang berbeda dari lokasi KAT daerah lain. Jika dilihat rumah KAT disini sudah seperti rumah BTN, sangat bagus karena bukan berdinding kayu/papan, bukan pula berlantai tanah dan bukan pula beratap daun sagu. Melainkan sudah berdinding beton, berlantai keramik dan beratap seng. Bukan rumah saja yang bagus tapi pemandangan alam disana juga sangat indah. Berada di tepi pantai dan yang mana kiri dan kanan masih hutan dan terdapat bukit seperti bukit di film teletubbies. Di lokasi KAT Womi Warara terdapat 65 KK yang masing-masing menempati rumah KAT yang telah di bangun berjumlah 65 unit. Atap rumah KAT yang dipandang dari lautan di kejauhan seperti tangga dan seragam berwarna biru. Tembok rumahnya pun di cat warna warni. Pemandangannya sungguh indah.
Akses kesana bisa dengan 2 cara. Cara pertama dengan melalui Kabupaten Manokwari ke Kabupaten Manokwari Selatan dengan menggunakan jalur darat selama kurang lebih 4 jam. Tentu saja, saat itu saya mengalami mabuk darat dalam perjalanan karena tidak terbiasa dengan perjalanan darat yang jauh. setelah itu dari Manokwari Selatan kita langsung menuju lokasi KAT Womi Warara dengan menggunakan speedboard mesin 40 PK kurang lebih selama 2 jam terombang ambing di lautan. Lokasi KAT sudah masuk di Kabupaten Teluk Wondama namun jarak tempuh dari Lokasi KAT lebih dekat ke Manokwari Selatan atau biasa disebut dengan Ransiki dibandingkan dengan Kabupaten Teluk Wondama itu sendiri. Cara kedua yaitu dengan menaiki kapal ke Kabupaten Teluk Wondama dan naik kapal lagi ke kecamatan Soug Wepu. Cara ke dua lebih jauh dan tidak efisien disbanding dengan cara pertama karena kapal ke kecamatan harus disesuikan. Tidak sertiap hari ada kapal kesana tentunya. Tidak sampai disitu saja, setibanya di kecamatan kita harus mencari hubungan ke desa maupun ke lokasi KAT pada warga sekitar denagn menggunakan perahu.

Ada sedikit cerita lucu ketika saya pertama kali di antar ke lokasi. Setibanya di lokasi KAT, setelah menempuh peralanan yang cukup jauh_kami memilih cara pertama, saya harus ke toilet. Saya pun tidak ragu dan langsung bertanya pada warga disekitar yang tidak lain adalah ibu desa itu sendiri untuk mengantarkan saya ke toilet. Dengan antusias ibu desa menunjukan jalan dengan berjalan di depan saya yang diikuti dengan salah satu warga KAT itu sendiri yang tidak lain adalah anak perempuannya. Saya hanya mengikuti dan berpikir dimana letak toiletnya. Sebagai orang kota, kita terbiasa dengan toilet yang tertutup dan memiliki air untuk membersihkan. Ibu desa tiba-tiba berhenti dan saya pun mengamati sekeliling namun mata saya belum juga menemukan sebuah kamar kecil ataupun tempat yang tertutup untuk buang air kecil. Saya hanya melihat pohon-pohon. Hutan. Sejenak hening, saya disuruh buang air kecil disitu tanpa ada air bersih. sebenarnya dari cerita tersebut seharusnya saya merasa sedih. Tapi jujur, saya merasa lucu karena saking semangatnya menikmati perjalanan dengan angan-angan akan tinggal disini selama kurang lebih 8 bulan. Ini sesuatu yang harus diperhatikan pemerintah ketika pada penjajakan awal yaitu tentang layaknya lokasi tersebut dijadikan lokasi KAT yang mana ketika ditempatkan pendamping, tidak mengalami hal-hal yang demikian.

Awal pendampingan yaitu menyesuaikan dan beradaptasi dengan lokasi KAT yang ditinggalinya selama 8 bulan kedepan. Kita sebagai pendamping harus merasa nyaman dan aman di lokasi terlebih dulu kemudian melakukan pekerjaan kita yaitu assessment tentang kebutuhan atau masalah apa yang ada dilokasi kemudian bersama warga mencari solusinya bersama-sama.
Selama tinggal di lokasi KAT dan mempelajari masalah yang ada disini diantaranya yaitu tidak ada penerangan/listrik, tidak adanya air bersih, tidak adanya MCK, akses kesinipun dengan menggunakan jalur laut, tidak adanya tempat ibadah/gereja (semua warga disini beragama Kristen), tidak tersedianya akses pelayanan kesehatan atau puskesmas maupun pustu, tidak tersedianya sarana pendidikan atau sekolah.
Miris saya melihat anak-anak disini yang sudah seharusnya masuk kuliah tapi baru masuk SMP di kecamatan, kelas 6 SD tapi belum bisa membaca, ke sekolah pun jarang karena berbagai factor seperti tidak ada guru (Guru lagi turun ke kota), ombak, tidak ada bensin dll.
Semoga cerita ini dapat menambah pengetahuan kawan-kawan terntang salah satu daerah terpencil yang ada di Kabupaten Teluk Wondama. Banyak cerita suka dukanya namun saya menikmati selama menjadi pendamping. Bersyukur bisa menjadi bagian dari KAT dan dapat mengetahui tempat terpencil di papua barat ini, salah satu surga yang ada didunia, pemandangan indah di tepi pantai yang di lihat dari atas bukit Womi Warara. Salam dari timur Indonesia.

Salam

Nima_Ode