Senin, 24 Oktober 2016

Cerita Festival Pesona Raja Ampat 2016

Hallo Sahabat Blogger... ^^

Kali ini saya akan menceritakan sedikit pengalaman saya ketika mengikuti Festival Pesona Raja Ampat 2016 bulan Oktober lalu.
Berpusat di Pantai WTC (Waisai Torang Cinta), acara pembukaan Festival Pesona Raja Ampat 2016 berlangsung sangat meriah. Tercatat ribuan pengunjung memadati Pantai WTC. Dari warga lokal, turis dari luar negeri maupun dalam negeri, hehehe  semuanya hadir dan bergembira, hendak melihat jalannya acara pembukaan festival.

Minggu, 16 Oktober 2016.

Perjalanan kami dari Sorong ke Waisai untuk mengikuti Festival Pesona Raja Ampat 2016. Karena kapal berangkat jam 14.00, kami dari Kantor TNC (The Nature Conservancy) jln Rawa Indah Km 9 menuju pelauhan Rakyat bersama mama-mama dari koperasi Embun. Mama Anjela dan Mama Yuli adalah masyarakat dari Kampung Limalas_Misool Timur_Raja Ampat yang termasuk dalam koperasi Embun. Mereka di jemput sehari sebelumnya bersama dengan masing-masing anak laki-laki mereka Charles dan Aldrin.

Walaupun pembukaan acara Festival Pesona Raja Ampat hari selasa namun semangat mama-mama untuk mempromosikan hasil Abon ikan dari Koperasi Embun di Misool tidak padam. Mama Anjela terus bercerita tentang pelatihan yang mereka ikuti di Makassar_Bantaeng beberapa waktu silam.

Festival Pesona Raja Ampat 2016 berlangsung selama 4 hari dari tanggal 18 – 21 Oktober 2016 yang bertempat di Waisai.







Senin, 17 Oktober 2016.

Kami ke kantor The Nature Conservancy di Waisai untuk mempersiapkan abon ikan yang di produksi oleh koperasi Embun Kampung Limalas berupa menulis tanggal expired abon ikan untuk di pasarkan pada pameran saat festival pesona nanti.

Sore harinya mama Anjela dan Mama Yuli melihat persiapan Tari Kolosal yang terdiri dari 100 lebih pelajar dari Raja Ampat.

Selasa, 18 Oktober 2016.

Kami bersiap-siap menuju lokasi pameran di Pantai WTC (Waisai Torang Cinta) untuk mempersiapkan tempat berupa stand yang disediakan yaitu menyusun meja dan membersihkan agar kelihatan rapi dan menarik perhatian orang untuk membeli abon ikan dari Kampung Limalas.

Dalam stand kami juga bergabung masyarakat dari Teluk Mayalibit yang mengelola aneka kripik dari pisang, singkong, bekicot, daun sayur bayam, teh bunga rosela dan masih banyak lainnya yang di kelola dari bahan pangan darat. Sedangkan kami bahan yang di kelola dari hasil laut.

Acara pembukaan Festival Pesona Raja Ampat 2016 telah dimulai dan Tari Kolosal pun di tampilkan turut meramaikan acara tersebut. Pembukaan Festial Raja Ampat dibuka oleh Bapak Gubernur Papua Barat Drs.Abraham Oktovianus Atoruri.

Stand kami Stand Minyak Kelapa dan Abon Ikan dari Kampung Limalas di kunjungi oleh Istri dari Bapak bupati kabupaten Raja Ampat dan Bapak Gubernur Papua Barat. Abon ikan kami diborong 40 bungkus untuk di bawa ke Manokwari. Bapak Gubernurpun mengisi buku tamu di Stand kami dengan isi pesan dan kesan terhadap stand kami yaitu “Exellent”.

Rabu, 19 Oktober 2016.

Seperti cuaca hari sebelumnya, waisai sangat panas, apalagi stand kami berada didekat laut pantai WTC yang membuat udara semakin panas, namun tidak melunturkan semangat mama-mama untuk tetap setia menjaga stand. Dari 183 kemasan abon ikan yang di bawa dari Kampung Limalas, hari ini dimulai dengan 93 kemasan abon ikan.

Berbagai jenis lomba pun diadakan hari ini, lomba memancing dan dayung.

Sore hari cuaca berubah menjadi hujan. Pantai WTC tetap ramai karena merupakan jam pulang kantor. Penyelenggaraan Festival Pesona raja Ampat tidak meliburkan anak sekolah maupun orang kantoran yang berada di Waisai sehingga waktu pagi atau siang terasa tidak begitu ramai di bandingkan sore atau malam hari.

Pertunjukan Tari Wala dan Setan Gamutu dari Misool di hadirkan sore hari ini, Sempat menghebohkan masyarakat yang hadir untuk menonton khususnya bagi anak-anak karena aksi dari Setan Gamutu. Melihat keramaian ini, para peserta tari Wala dan Setan Gamutu di undang kembali untuk mengisi acara dihari berikutnya.

Malam hari kami menonton band serta artis yang di undang untuk mengisi acara malam hari ini. Artis dari Jakarta maupun artis local.

Kamis, 20 Oktober 2016.

Berbagai jenis lomba juga diadakan hari ini, lomba kuliner, lomba katinting dll.

Abon ikan kami berkurang menjadi 64 kemasan. Mama-mama tetap semangat dan setia berada di dalam Stand.

Malam hari ini kami menghadiri undangan dari CI yaitu ‘Alam Berbicara’. Dalam film yang diputar dimana alam seakan berbicara kepada manusia dari udara, air, pohon yang mengharuskan agar kita dapat menjaga alam dengan baik karena alam tidak butuh manusia, manusialah yang membutuhkan alam.

Jumat, 21 Oktober 2016

Kami tidak mengikuti acara penutupan Festival Pesona Raja Ampat. Hari ini kami bersiap untuk balik ke Sorong. Perjananan kami dari Waisai ke Sorong tidak luput dari ombak yang membuat para penumpang lain yang berada di atas Kapal Expres Bahari mual, pusing dan bahkan muntah. Akhir kisah kami dari Waisai. Semoga Sukses Selalu untuk Perayaan Festival Pesona Raja Ampat mendatang.
 
Semoga pembaca yang belum pernah ke Raja Ampat akan segera ke Raja Ampat,,, Aamiin... :)
 
Salam hangat,
=Nima=
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar