Minggu, 06 April 2014
=KONTAK BATIN=
"KRINGGG.....!!! kriiiiinngggggg.....!!!
kriiiingggg...!!!!" suara deringan telepon memecahkan telingaku. Membuatku
terbangun dari mimpi yang kurasa indah. sudah bukan kalinya aku bermimpi
tentang dia. bahkan mimpi yang sama berturut-turut. ya... dia... sesosok pria
yang slama ini selalu protes maupun memberiku nasehat. Dia adalah teman
sekelasku waktu kelas X3 dulu. sekarang karena sudah kelas XI jadi kelas kami
terpisah karena pembagian secara acak menurut jurusan yang kita pilih. Sebut
saja namanya Angga.
Aku keluar kamar hendak mengambil telepon yang terus berbunyi
namun sudah diambil oleh kakakku. ku dengar ia berbicara setelah itu
menutupnya.
"dari siapa kak?" tanyaku.
"ada deh..." sambil menjulurkan lidahnya kepadaku.
Membuatku ingin meremas lehernya, tp ku tahan,,, dia kakak tepat diatasku.
Bukan berarti dia berada di atasku, hehehe bagaimana tidak, aku anak
bungsu dari delapan bersaudara. banyak bangat ya? hihihihi
pagi ini, pagi yang cerah.. suasana sekolah masih sepi....
"Ana... tumben datang pagi sekali"
sambil tertawa ku jawab "sekali- kali lah..." dengan
nada bercanda kutepuk pundak Dany yang seolah mengejekku. Bagaimana tidak, hampir
tiap hari aku terlambat kesekolah. Harap maklum.
aku masuk ke kalas dan menuju ke tempat dudukku. Aku duduk
paling depan tentunya. Kuletakkan tasku diatas meja dan keluar kelas lagi
menuju Dany yang lagi duduk di depan pintu kelas sebelah. ngobrol dengan Dany
terasa nyambung. ya.. berbeda dengan Angga, Dany taman sekelasku dari kelas X.
yang anehnya dia selalu saja mengontrol apa yang harus aku lalukan didepan Angga,
dan anehnya aku selalu menurutinya. aku menceritakan mimpiku pada Dany yang
sudah terjadi beberapa hari ini, mimpi yang sama berturut-turut pada orang yang
sama. Dany adalah pendengar yang baik. ya,,, aku juga pendengar yang baik
untuknya walaupun dari ceriyanya selalu tentang wanita.
"Assalamu'alaikum" salam itu menghentian obrolanku
dengan Dany
"Wa'alaikum salam" jawabku
"Dan,, kamu kok g jawab salam sih?" tanyaku pada Dany
"kan sudah dijawab kamu, kamu sudah mewakiliku jadi g
berdosalah... iyakan Ngga?"
Angga yang memberi salam pun tersenyum kemudian masuk
kekelasnya. ekspresinya berbeda dari biasanya. Beberapa saat kemuadian dia
keluar lagi tapi tidak dengan tasnya.
"eh.. Angga... semalam aku mimpi kamu lho.."
"oh ya?" sangat penasarannya sampai memaksaku
menceritakannya..." mimpi apa? crita... crita,,,"
Dany yang melihat ekspresi Angga yang bersemangat itu mendorong
kepalanya
"begitu semangat sekali kamu Ngga.. harusnya kamu tidak
semangat seperti nama panggilan kamu “TIDAK” hehhe.. An.. jangan cerita!!! awas klalu kamu
cerita"
"jarang- jarang ada cewe yang mimpiin saya jadi... "
sambil tertawa melihatku.
“Tapi Ngomong2 Dan, aku dirumah dipanggil Abang, guru2 lain juga
pada panggil Angga, kamu aja yang panggil aku Tidak.. padahal kan Ngga, bukan
Tidak” Kami bertiga tertawa besama karena candaan Angga..
Aku jadi bingung mau menceritakan dari mana karena aku memang
pelupa dan tidak pandai berbicara seperti Angga yang suka sekali berbicara.
entah berbicara apa saja, selalu saja ada bahan yang di bicarakan, baik itu
soal sejarah, agama, maupun missi oleh negara israel. Aku tak mengerti yang
dibicarakan tp hanya dengan mendengarnya bicara aku menjadi senang. Dia selalu
begitu, mengomeli bahkan menasehatiku maupun teman2 yang lain. lantas saja
sekarang ia menjadi Wakil Ketua Osis SMA N 1 di daerah ini. Mengingatkanku
kembali pada masa kelas X dulu ketika perekrutan calon kandidat dari masing2
kelas. Herlangga Aditya Saputro. Itulah nama lengkapnya. satu-satunya Kandidat
dari kelas X yang berhasil lolos setelah mengikuti berbagai tes untuk menjadi
Ketua Osis. Ia pandai sekali berbicara maupun bernegosiasi dengan para guru
hingga namanya dikenal di kalangan para guru maupun murid2 dari kelas lain.
dengan pertimbangan yang ada, karena ia masih kelas X jadi hanya dijadikan
sebagai Wakil Ketua Osis. Ketua Osis adalah kakak kelas XI IPA yang tak kalah
lagi pandai berbicara walaupun seorang wanita.
"malas ah... " jawabku sehingga membuatnya kelihatan
patah semangat gitu.. "nanti saja baru aku cerita kalau ingat.. aku
lupa" lanjutku. membuatnya tidak terlalu kecewa walaupun dari raut
wajahnya agak sedikit kekecewaan tp sepertinya bukan dariku. Hendak ku
ceritakan tapi melihat Dany yang berusaha keras agar aku tak menceritakan
mimipku padanya. sepertinya Dany tau apa yang di alami Angga. Dany dan Angga
berteman sejak SD, rumah merekapun tdak jauh jadi pantas saja kalau mereka berdua
best friend.
" apakah ada kaitannya dengan mimpiku?" pikirku dalam
hati. Namun ku turuti saja apa mau Dany.
Rencaku untuk menanyakannya apakah dia ada masalah, tapi
kuurungkan niatku karna melihat Nita datang dari kejauhan ia berlari dan
melompat ke pundak Angga. Ada sedikit perbedaan rasa yang kualami tp aku
bingung. rasa apakah itu yang membuatku marah tp kenapa aku marah. yang
membuatku ingin menangis, tapi kenapa aku menangis. Hati ini begitu bergejolak
hingga membuatku selalu tidak nyaman jika melihat Nita dan Angga akrab.
Teman2 yang lain sudah pada datang satu per satu membuat sekolah
mulai bising dengan ocehan para murid2. Ada saja cerita dari masing2 siswa,
tapi setelah bel berbunyi, suara kebisingan itu lenyap ketika para guru masuk
ke kelasnya untuk mengajar.
Sepulang sekolah, sambil menunggu Teman2 yang lain pulang aku
duduk di depan kelas XI IPA 2, tempat yang biasa kami duduk untuk ngobrol yaitu
tempat tadi pagi. sudah menjadi kebiasaanku untuk menunggu teman2 yang lain pulang
agar pulang bareng. tidak hanya itu, biasanya aku juga yang ditunggu. taman2ku
yang biasa pulang bareng dari kelas berbeda-beda, tapi mereka semua dalah
temanku sejak SMP. kita ada enam orang, semua cewe dan semua berjilbab kecuali Risa.
bukan karena dia nasrani, namun mungkin belum dapat hidayah kali ye... hehehehe
sama saja denganku. udah berjilban tapi masih suka ngaco, hehehe. karena aku
juga baru berjlbab. waktu kelas X dulu belum berjilbab sama seperti Risa. Aku
dan Narti baru menggenakan jilbab. Kalua Fariza sejak SD, Anisa sejak SMP
sedangkan Nita sejak masuk SMA. Semua teman2ku itu adalah yang terbaik. oya..
temanku Nita bukan Nita yang sekelas dengan Angga, Junita tapi biasa di panggi
Nita seperti teman sekelas Angga. mereka memiliki nama yang sama tapi berbeda
karna Nita yang sekelas dengan Angga tidak berjilbab.
kembali ke TKP. Karena kelas XI IPA 1 letaknya di ujung jd
selalu melewati kelas Angga. Aku melihat dalam kelasnya dan guru sudah keluar diikuti
dgn murid2 yang lain. Imanuel keluar dan dengan semangat kemudian menghampiriku
"kamu tidak kasih selamat ke saya?" menjulurkan
tangannya padaku. dengan perasaan bingung tetap saja aku menyalaminya dan
mengucapakanny selamat tanpa aku ketahui selamat untuk apa.
"o iya... karena kamu dekat denga Angga, beri dia semngat,
aku dan dia sama2 ikut turnamen karate tapi hanya aku yang lolos dan berangkat
ke Ibu Kota". sambil tersenyum dan berjalan meninggalkanku.
dengan perasaan masih bingung, aku diam sejenak mengingat
kembali mimpiku tentang yang berturut-turut. apakah ada
hubungannya? pikirku lagi. kulihat Angga keluar keluar kelas sambil
berbicara dengan Nita, wajah tadi pagi sudah tidak ada lagi. Ia terlihat sudah
terhibur dengan Nita. Lagi2 perasaan apa yang muncul hingga membuatku gusar.
apa aku cemburu? TIDAK!!! Aku mnggoyangkan kepalaku mnjawab pertanyaan
yang ada dipikiranku. Kulihat Angga menghampiriku.
"Dany sudah cerita tentang mimpimu saat istirahat
tadi" Angga membuka pembicaraannya sambil memasang senyum manis diwajahnya.
"maaf Ngga" Angga memukul kepalaku dengan pena
ditangan, tidak terasa sakit tapi aku mengeluh
"aduh" dengan wajah cemberut kuperlihatkan padanya
tanda bahwa aku suka tapi pura2 tak suka... hehehe dasar cewek.
"kamu sudah tidak apa2 kan? tadi kata Imanuel..." Angga
langsung menjawab, padahal aku belum menyelesaikan apa yang mesti ku katakan
"tidak apa2... tadi aku lihat Imanuel bicara sama kamu,
sepertinya dia sudah memberitahumu, oya... terimakasih An... sepertinya kita
punya kontak batin. hehehe" aku bingung... dia tertawa.
"kamu..."
"aku tidak akan patah semangat kok, kegagalan adalah kunci
dari keberhasilan" memotong perkataanku lagi..
"Nita..." lagi-lagi dia langsung bicara, padahal aku
belum selesai bicara.
"Nita senang karna dia pacaran sama kak daus. Dia baru
pertama kali pacaran".
kemudian dia tersenyum, aku pun membalas senyumannya dengan
memberikan senyuman manisku...
seakan dia mengerti akan isi hati dan pikiranku. mendengar
itu... hati ini terasa lega.... dan tenang....
"AN.....!!! pulang YUK!!..." teriah Narti dari
kejauhan... ternyata teman2ku yang lain sudah pada keluar dari kelas mereka,
akupun meningglkan Angga dan melambaikan tanganku tanda bahwa aku pulang
duluan...
6
April 2014, 223 home
20.21
(cerita
fiksi belaka, apabila ada kesamaan nama tokoh, mohon maaf)^_^
_salam
mate_
=nima=
Tidak ada komentar:
Posting Komentar